Menghadirkan Kerajaan Allah

Matius 3:1-2

Kalau kita mau diberkati dalam hidup, miliki respon yang berbeda yaitu menghadirkan Kerajaan Allah. Kita akan mengalami berkat Tuhan, mengalami keberuntungan dalam Tuhan kalau Kerajaan Allah hadir dalam kehidupan kita. Kalau orang mengalami Kerajaan Allah dalam hidupnya, ia harus memiliki kebenaran yang memerdekakan yaitu kebenaran dari Allah dalam Yesus Kristus. Kalau orang mengalami berkat Kerajaan Allah, ada damai sejahtera sehingga hidupnya tenang karena ia percaya dosanya sudah ditebus oleh darah Yesus Kristus. Orang yang mengalami berkat Kerajaan Allah, ada suka cita vang tidak ditentukan oleh keadaan. Bukankah kebenaran, damai sejahterah, suka cita yang dicari oleh dunia ini? Itulah sebabnya kita harus menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan kita.

Yang Pertama: Kita harus menjadi warga Negara Kerajaan Allah. Matius 3:1-2, Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea berseru: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudab dekat!” Untuk menjadi warga Negara Kerajaan Sorga kita harus bertobat. Kalau kita mau menjadi warga Negara disuatu Negara ada persyaratan yang harus kita penuhi, demikian juga kalau kita ingin menjadi warga Negara Kerajaan Sorga ada persyaratannya. Persyaratannya apa? Yaitu bertobat. Apa arti pertobatan? Pertobatan artinya kita berbalik arah tinggalkan dosa dan beriman kepada Kristus karena walaupun seseorang sudah Kristen, belum tentu ia sudah bertobat. Kenapa orang harus bertobat, tinggalkan dosa dan percaya hidup dalam Kristus? Karena dalam Efesus 2:1-2 dikatakan: “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.” Alkitab mengatakan jangan heri kesempatan kepada Iblis. Ayat ini berkaitan dengan jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. Jadi artinya kalau orang Kristen hidup didalam kepahitan, hidup dalam kebencian itu berarti ada celah untuk Iblis masuk. Karena Iblis mencari celah, ia seperti singa yang berjalan mencari mangsa yang bisa ditelan, itulah sebabnya kita harus hidup betul-betul dalam Kristus, hidup dalam pengampunan, jangan ada lagi kepahitan. Kita mungkin ditipu oleh orang lain, kita ampuni dia. Mari belajar untuk mengampuni.

Yang Kedua: Kita harus mengutamakan Kerajaan Allah. Menghadirkan Kerajaan Allah dimana berkatnya ada kebenaran, ada damai sejahtera, ada suka cita. Matius 6:33 dikatakan: “Tetapi carilah dahulu Keralaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kata carilah itu berarti berusaha dengan sungguh-sungguh dan tekun untuk memperoleh sesuatu. Dalam Matius 13:44-46 seperti seorang yang mencari mutiara dan ketika ia menemukannya ia rela menjual seluruh miliknya untuk dapat mernbeli mutiara itu. Ketika kita ingin menghadirkan Kerajaan Ailah, kita harus memberi prioritas buat Kerajaan Allah di dalam hidup kita.

Yang Ketiga: Menghadirkan Kerajaan Allah, kita harus menggunakan otoritas Kerajaan Allah. Dalam Matius 12:28 dikatakan: “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Pada waktu itu orang-orang Farisi menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa Belzebul penghulu setan tetapi Yesus menolak dengan mengatakan Ia mengusir setan dengan kuasa Roh Allah maka Ia menghadirkan Kerajaan Allah. Ternyata Iblis pun bisa membuat mujizat. Dalam II Tesalonika 2:9 dikatakan: “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekeijaan Iblis, dan akan disertai nipa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu.” Karena itu orang-orang Farisi menuduh Yesus menyembuhkan dan mengusir setan dengan kuasa Belzebul atau kuasa setan, mengapa? Karena setan pun bisa berbuat mujizat tetapi itu tanda palsu. Karena itu kita sebagai orang-orang yang percaya yang mengenal kebenaran, hadirkan Kerajaan Allah dengan otoritas Kerajaan yang Tuhan berikan kepada kita. Dalam Matius 10:1 Tuhan memberi otoritas atau kuasa dimana Tuhan Yesus memanggil dua belas murid-Nya, dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Otoritas ini sangat penting karena ketika Kerajaan Allah diberitakan, kuasa kegelapan menghalanginya. Kalau orang percaya menggunakan otoritas yang Tuhan berikan sebagai warga Negara Kerajaan Sorga, demi nama Yesus Kristus kita mengusir setan-setan, kita mengalahkan kuasa kegelapan, maka kita akan melihat ada tuaian vang luar biasa. Karena itu orang-percaya harus menggunakan otoritas dalam nama Tuhan Yesus karena dalam nama Tuhan Yesus ada kemenangan, dalam nama Tuhan Yesus ada kuasa. Kita pasti punya kewarganegaraan tetapi kita punya kewarganegaraan ganda seperti Rasul Paulus katakan kita punya warga Negara Kerajaan Sorga. Tetapi banyak orang Kristen walaupun ia tahu kebenaran ini tetapi ia belum menghadirkan kerajaan Allah dalam hidupnya.

Bagaimana menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup kita? Pertama, jadilah warga negara kerajaan sorga dengan hidup dalam pertobatan. Kedua, utamakan kerajaan Allah dan kebenarannya maka berkat Kerajaan Allah akan turun dalam kehidupan kita. Ketiga, gunakan otoritas dalam Kerajaan Allah maka kita akan diberkati. Amin.

Sumber: Warta Jemaat Gereja Duta Injil 27 Oktober 2019