Mujizat Perkawinan di Kana

Yohanes 2:1-11

Dalam kitab Injil Yohanes setidaknya ada 7 mujizat yang dicatat dalam kitab ini, salah satunya adalah air menjadi anggur. Ini bukan berarti Yesus hanya melakukan 7 mujizat saja tetapi begitu banyak mujizat yang Yesus kerjakan pada waktu Dia ada dalam dunia ini dan bahkan sampai sekarang ini mujizat Tuhan masih ada. Setiap orang memiliki pengalaman rohani dan kesaksian yang berbeda-beda waktu mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

Satu hal yang menarik dari mujizat pertama yang Yesus kerjakan adalah bukan terjadi di Bait Allah atau tempat-tempat ibadah lainnya tetapi dipesta pernikahan. Kenapa Yesus kerjakan mujizat pertamanya di pesta pernikahan? Seberapa penting pernikahan di mata Yesus? Ada dua hal yang bisa kita belajar Pertama : Yesus bukan hanya tertarik pada hal-hal rohani saja tetapi pada kehidupan sekuler yaitu pernikahan, keluarga dan bisnis kita, Dia tetap memberikan perhatian khusus untuk memberkati kehidupan sekuler kita. Yang kedua : Karena pernikahan spesial dimata Tuhan dimana pernikahan adalah suatu gagasan Allah sendiri untuk setiap kita tetapi iblis tidak suka dengan gagasan Allah mengenai pernikahan. Itu sebabnya begitu banyak orang yang gagal dalam pernikahan. Dan yang paling spesial dalam pernikahan adalah pernikahan merupakan gambaran hubungan Kristus dengan kita.

Kita tidak akan mengerti tentang keintiman dengan pasangan kita jika kita belum menikah. Orang yang telah menikah akan lebih mengerti apa arti keintiman. Dan Tuhan juga mau kita sebagai mempelai-Nya harus mempunyai keintiman dengan Dia. Kata mujizat dalam kamus Bahasa Indonesia memiliki arti: suatu kejadian yang tidak biasa yang supra natural yang tidak bisa dijelaskan secara natural melalui indra kita dan ilmu pengetahuan. Yesus melakukan mujizat karena ada suatu pesan yang ingin Dia sampaikan kepada kita sampai saat ini.

Pesan apa yang bisa kita pelajari dari mujizat pernikahan di Kana? Yaitu: Pertama, Karena masalah: Masalah seringkali mendatangkan mujizat bagi setiap orang percaya. Dalam konteks pembacaan ini murid-murid diundang ke pesta perkawinan di Kana. Di situ kita bisa lihat ada satu masalah yang serius di acara pernikahan ini dimana mereka kehabisan anggur dan bagi orang Yahudi ini masalah terbesar karena bagian terpenting sebuah pesta orang Yahudi adalah anggur karena itu menyangkut harga diri dan martabat seseorang yang mengadakan pesta pernikahan. Masalah inilah yang membuat Yesus tergerak untuk melakukan mujizat air menjadi anggur. Berawal dari kehabisan anggur, ibu Yesus datang kepada Yesus dan berkata mereka kehabisan anggur. Masa1ah kehabisan Anggur adalah alasan Yesus tergerak untuk melakukan mujizat.

Apa masalah yang sedang saudara dan saya alami saat ini? itu adalah kesempatan untuk bisa mengalami mujizat Tuhan dalam hidup kita. Masalah kehabisan anggur bisa saja diartikan dengan defisit. Seringkali kita juga mengalami defisit karena pengeluaran dan pemasukan tidak seimbang. Keseimbangan merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita baik itu bekerja dan istirahat, waktu untuk Tuhan dan waktu untuk keluarga, semuanya butuh keseimbangan dalam menjalaninya. Dalam kehidupan keluarga kita juga bisa mengalami defisit, baik itu kesabaran, akal budi, iman, dan cinta kasih sehingga tidak sedikit keluarga-keluarga kristen mengalami konflik dalam hidupnya. Tetapi percayalah selama kita masih melibatkan Tuhan apapun yang kurang dan habis dalam kehidupan kita Yesus sanggup memenuhi kembali untuk kehidupan kita. Itu sebabnya jangan pernah kita mengeluh dan menghindar dari masalah karena terkadang masalah akan mengantarkan kita untuk melihat mujizat-mujizat Tuhan dalam hidup kita.

Dari ke 7 mujizat Yesus, mujizat ini terkesan sederhana dibandingkan dengan orang buta melihat atau orang mati dibangkitkan dan mujizat-mujizat lainnya. Namun ada hal yang sangat penting untuk kita ketahui melalui mujizat air menjadi anggur, yaitu sebuah proses perubahan dimana Allah mau kita mengalami perubahan karakter kita dibandingkan dengan mujizat-mujizat lainnya. Karena tujuan Allah menyelamatkan kita bukan sekedar kita masuk sorga tetapi dia mau hidup kita diubahkan menjadi serupa dan segambar dengan Yesus.

Kedua, Karena Waktu: Apapun yang terjadi di dunia ini merupakan waktu yang Tuhan telah tetapkan dan tentukan. Seperti yang tercatat dalam kitab Pengkhotbah pasal 3 segala sesuatu ada waktunya dan itu semua telah ditentukan oleh Tuhan, karena Dia yang menciptakm waktu dan bekerja di dalam waktu. Kata waktu itu berbicara dua hal, yang pertama kronos atau kronologi yaitu waktu yang kita lalui setiap hari dan kedua kairos itu bicara tentang momentum dan kesempatan. Seringkali kita gagal dan tidak mengalami mujizat karena kita tidak sabar untuk menunggu waktu Tuhan.

Ketiga, Mengikuti Instruksi Tuhan: Maria ibu Yesus dengan keyakinan berkata kepada para pelayan: apapun yang Dia katakan lakukan! Jadi yang terpenting bukan instruksinya tetapi melakukannya. Banyak orang mengerti instruksi tetapi tidak melakukan, banyak orang tahu Firman tapi tidak melakukan. Perlu kita tahu mujizat itu terjadi katena ketaatan kita untuk melakukan apa yang diperintahkan. Ketika pelayan-pelayan diperintahkan untuk mengisi tempayan dengan air mereka taat melakukan dan disitu mujizat terjadi. Kapan mujizat itu terjadi kita tidak tahu, namun yang terpenting adalah ketaatan kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Amin.

Sumber: Warta Jemaat Gereja Duta Injil 1 Maret 2020