Visi

Kejadian 37:5-11

Visi tanpa misi adalah suatu khayalan, akan tetapi misi tanpa visi adalah pekerjaan yang sia-sia. Pertama, orang yang sukses bukanlah orang yang mempunyai uang karena itu hanyalah salah satu faktor. Akan tetapi faktor utama orang itu sukses karena dia mempunyai Tuhan yang besar dalam hidupnya. Orang yang mempunyai visi adalah orang yang mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan. Tidak semua orang harus mempunyai uang dahulu baru menjadi orang sukses. Menciptakan sebuah visi bukan dengan uang tetapi hanya dengan menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan. Semakin dia punya jam doa, dia rajin berdoa, dia punya waktu untuk merenungkan firman Tuhan, dia punya diskusi yang panjang untuk mengerti pikiran Tuhan maka Tuhan akan memberikan visi yang jelas buat dia. Terkadang visi yang Allah berikan kepada kita adalah di luar dari kapasitas kita karena tanpa visi Allah, Tuhan tidak bisa mengerjakan itu dengan jelas. Kadang-kadang ketika ketika kita berjalan didalam visi Tuhan, kita punya rasa takut, apa ini benar atau tidak visi Tuhan? Apakah ini tepat atau tidak? Tetapi ketika kita melangkah dalam visi Allah, maka Allah sanggup untuk membuka jalan di luar dari pikiran kita. Kalau kita berjalan dalam visi Allah kita jangan takut susah, karena Tuhan mampukan kita untuk berjalan dalam kemurahan Tuhan yang luar biasa. Ketika Yusuf berjalan dalam visi Allah, dia tidak takut bahaya.

Kedua, orang yang berjalan dalam visi Allah bukan berarti tidak ada tantangan tetapi akan ada tantangan. Contoh Yusuf: setelah Yusuf mendapat mimpi itu, Yusuf dilempar ke dalam sumur. Kenapa Yusuf tidak komplain? Yusuf tidak teriak kepada Tuhan karena ia tahu bahwa visinya jelas, dan waktu visinya jelas, dia yakin bahwa Allahnya menyertai dia sehingga dia tidak komplain sedikitpun dan di situlah Yusuf sedang dibentuk oleh Tuhan untuk masalah penundukan dirinya. Dia masuk di dalam sumur, dia tahu yang melakukan adalah saudara-saudaranya tetapi ia dibentuk oleh Tuhan masuk dalam penundukan diri. Dan bukan hanya itu saja, keluar dari sumur dijual ke Khalifah Ismael dengan harga dua puluh syikal perak dan kalau dirupiahkan delapan belas juta rupiah. Dia diajar untuk bisa mengerti tentang hidup ini, Yusuf untuk sampai di Mesir dia hanya pegang visi Allah saja dengan cara yang luar biasa, dan waktu dia dapat visi Allah tujuh belas tahun, dia diangkat di Mesir tiga puluh tahun. Sehingga tiga belas tahun dibentuk oleh Tuhan. Setan bekerja secara instant dan sporadis tetapi pekerjaan Tuhan berjalan berdasarkan proses Tuhan. Kalau kita berjalan dalam visi Allah, ada tantangan waktu ada tantangan, yakinkan bahwa itu memang benar adalah visi Allah. Dan kalau kita berjalan dalam visi Allah, kita tidak akan ditinggalkan.

Ketiga, Yusuf sekarang ada di Mesir. Waktu dia ada di Mesir, dia mengendalikan seluruh ekonomi di Mesir sehingga dia menjadi orang yang penting sehingga dia tahu bahwa visinya itu menjadi kenyataan sehingga saudara -saudaranya datang meminta gandum. Waktu Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, mereka berpelukan sambil bertangis-tangisan dan Yusuf pun berkata: “Janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.”

Orang yang memegang visi Allah tidak ada sakit hati, orang yang memegang visi Allah tidak ada luka batin, orang yang berjalan dalam visi Allah dia melihat bukan hari ini tetapi dia melihat ke depan bahwa ada pekerjaan Tuhan yang besar dalam hidup dia. Tidak butuh uang, butuh penyelesaian saja maka yakin dan percaya hidup kita pasti diberkati Tuhan. Yusuf diberkati Tuhan dengan cara yang ajaib, hari ini kita tidak pernah tahu lima tahun, sepuluh tahun ke depan, kita melihat berkat Tuhan itu luar biasa. Kita merenung sampai di rumah kita pikirkan secara baik, kalau ada sesuatu yang salah kita selesaikan, lima tahun, sepuluh tahun kebelakang kalau kita pikir-pikir kenapa ya kita bisai seperti ini sekarang? Orang yang berjalan dalam visi Allah, dia tidak akan pernah ditinggalkan oleh Tuhan. Kalau kita memiliki sakit hati, punya masalah, kita catat dan sampaikan kepada Tuhan. Ada visi catat dan sampaikan pada Tuhan maka kita akan melihat catatan itu akan digenapi dalam hidupmu tepat pada waktunya karena Allah kita tidak tutup mata, Allah kita selalu menjawab seluruh pergumulan kita. Ingat! Visi Allah bukan karena uang tetapi karena hubungan yang dekat dengan Tuhan. Kedua, kalau ada visi Allah, ada masalah, kalau ada masalah itu mendatangkan kebaikan supaya kita lebih mengerti lagi ini visi Allah yang benar. Ketika kita ada di posisi itu dan digenapi visi itu, jangan sekali-kali menyimpan apa yang tidak penting dalam diri kita, kita hanya fokus ke depan maka Tuhan akan memberkati kita. Amin

Sumber: Warta Jemaat Gereja Duta Injil 6 Januari 2019