Menyambut Tuhan dengan Hidup Baik

1 Petrus 2:11-12

Selamat Advent! Kita telah masuk Minggu Advent II. Minggu-minggu Advent sebagai persiapan bagi kita untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus. Secara simbolis klta menyambut kedatangan-Nya dalam perayaan natal. Peristiwanya sendiri telah terjadi dahulu dan tidak dapat, bahkan sesungguhnya tidak perlu diulang kembali. Namun yang perlu dan lebih penting lagi sesungguhnya adalah kedatangan-Nya yang kedua kali. Itulah yang diingatkan oleh minggu-minggu Advent agar kita mempersiapkan diri (hati dan jiwa) kita bagi kedatangan Tuhan Yesus yakni sebagai Hari Penghakiman.

Melalui minggu-minggu Advent kita bukan sekadar mengenang melainkan mempersiapkan penantian akan kedatangan Tuhan di mana setiap orang akan mempertanggungjawabkan segala sesuatunya sehubungan dengan hidupnya masing-masing. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarkan diri dari pertanggungan jawab di hadapan pengadilan Allah. Bahwa Tuhanlah yang memberikan segala sesuatunya yang ada pada kita, juga waktu serta harta benda maupun nyawa kita. Kepada-Nya juga kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita dan Dia akan kembali untuk menuntutnya kepada semua kita, baik yang hidup maupun yang mati.

Karena itulah maka semua orang diingatkan supaya jangan menyalahgunakan dan menyia-nyiakan segala pemberian Tuhan: waktu, tenaga, harta, bahkan nyawa kita. Semua itu adalah milik Tuhan yang dipinjamkan-Nya dan harus dikembalikan kepada-Nya. Jangan ada orang yang mengatakan atau menganggap bahwa dia adalah pemilik. Bukan! Kita hanyalah dipinjamkan Tuhan dan diberikan waktu memakai dan menggunakannya. Sampai saatnya akan dan segera tiba, kepada-Nya kita semua akan mempertanggungjawabkannya.

Menyadari akan hal itu, maka manfaatkanlah kesempatan selagi Tuhan masih memberikan waktu dan segala sesuatu yang ada pada kita. Persis sebagaimana layaknya perantau, kita tinggal di dunia ini hanya sementara, dan suatu saat kita harus pulang kembali ke rumah kepada Bapa yang kekal. Sebab itu, jangan anggap sepi atau tidak peduli, supaya ketika saatnya tiba bagi kita untuk kembali, tidak ada persiapan dan mengejutkan kita. Maka semuanya sia-sia dan tak berarti bahkan kasih dan kemurahan Allah yang diberi.

Milikilah cara hidup yang benar dan baik supaya hidup kita di dunia ini sungguh-sungguh sebagai masa penantian yang berkesan dan indah. Ketika saatnya tiba bagi kita untuk meninggalkan dunia ini dan segala-galanya, kita telah siap dan berbahagia. Karena bagi kita telah disediakan Tuhan segala hal yang terbaik dan indah dalam keabadian di rumah kekal, sorga. Dunia ini hanyalah sementara. Di sini tidak ada yang menetap dan abadi. Hanya sekejap dan sementara. Hindarkan dan jangan mengikatkan diri pada kesia-siaan dan hal-hal yang sementara. Jauhkanlah diri dari keinginan-keinginan daging yang tidak berbuahkan apa-apa. Milikilah cara hidup sorgawi dan perbuatan-perbuatan baik.

Sumber: Warta Jemaat HKBP 9 Desember 2018