{"id":586,"date":"2011-11-28T05:32:41","date_gmt":"2011-11-27T22:32:41","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tumbuhbenar.com\/?p=586"},"modified":"2011-11-28T05:35:05","modified_gmt":"2011-11-27T22:35:05","slug":"tanggung-jawab-sebagai-anak-anak-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/?p=586","title":{"rendered":"Tanggung Jawab sebagai Anak-anak Allah"},"content":{"rendered":"<p><em>Anak-anak Allah bertanggung jawab melakukan kehendak Bapa seperti Tuhan Yesus.<\/em><\/p>\n<p>Menjadi anak-anak Allah, Tuhan Semesta Alam bukan hanya untuk menikmati pemeliharaan-Nya. Pemeliharaan Tuhan atas anak-anak-Nya tidak perlu diragukan sama sekali. Salah satu nama-Nya adalah <em>YHWH Yir&#8217;eh<\/em>, Tuhan Menyediakan (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Kej 22:14\" target=\"_blank\">Kej 22:14<\/a>).<\/p>\n<p>Ada hal yang jauh lebih penting dan lebih besar daripada itu, yaitu <strong>melakukan kehendak Bapa<\/strong>. Karena menjadi anak-anak bagi Tuhan Semesta Alam adalah menyediakan diri kita menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya, seseorang yang tidak menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya tidak layak disebut anak Allah.<\/p>\n<p>Awal mulanya, manusia memang anak Allah, karena Allah Bapa sendiri yang melahirkannya. Tubuh manusia dibentuk-Nya dari bumi ini, tetapi rohnya dari Bapa (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Kej 2:7\" target=\"_blank\">Kej 2:7<\/a>). Kita tidak boleh ragu-ragu menerima kebenaran ini. Dengan demikian bukan tanpa alasan kalau Allah mengingini roh yang ditempatkan dalam diri kita dengan cemburu (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Yak 4:5\" target=\"_blank\">Yak 4:5<\/a>), sebab memang kita berasal dari diri-Nya. Karena kita berasal dari diri-Nya maka kita adalah milik-Nya.<\/p>\n<p>Walaupun manusia sudah jatuh ke dalam dosa, tetapi Allah Bapa masih mau mendampingi mereka dan berharap manusia masih bisa melakukan kehendak-Nya. Manusia mula-mula, yaitu keturunan Set masih disebut anak-anak Allah. Di antaranya adalah Henokh yang hidup bergaul dengan Allah, kemudian diangkat oleh-Nya (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Kej 5:22\" target=\"_blank\">Kej 5:22<\/a>). Tetapi ternyata anak-anak Allah ini tidak melakukan kehendak-Nya. Kecenderungan mereka adalah dosa semata-mata (non posse non peccare). Mereka tidak lagi bisa melakukan tugasnya sebagai anak Allah; mereka jatuh adalah daging adanya. Apalagi sejak mereka mulai kawin campur dengan &#8220;anak-anak manusia&#8221; yaitu keturunan Kain. Kejahatan manusia bertambah, dan hatinya cenderung membuahkan kejahatan semata-mata, sampai Tuhan menyesal bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. Sejak itu Roh Allah tidak lagi tinggal dalam manusia. Manusia tidak lagi bisa disebut anak-anak Allah, sebab anak-anak Allah adalah mereka yang dipimpin oleh Roh Allah (<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=Rm 8:14\" target=\"_blank\">Rm 8:14<\/a>).<\/p>\n<p>Dalam zaman anugerah ini, Allah memberi anugerah-Nya yang memungkinkan orang-orang yang menerima keselamatan dalam Yesus Kristus kembali menjadi anak-anak Allah. <strong>Tetapi ada tanggung jawab bagi kita untuk menjadi alat bagi kemuliaan Allah Bapa.<\/strong> Sebagai anak-anak Allah, kita dikehendaki-Nya melakukan kehendak-Nya seperti Tuhan Yesus. Marilah kita menjalaninya dengan serius.<\/p>\n<p>Dikutip dari Warta Jemaat Rehobot Ministry 23 Oktober 2011<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak-anak Allah bertanggung jawab melakukan kehendak Bapa seperti Tuhan Yesus. Menjadi anak-anak Allah, Tuhan Semesta Alam bukan hanya untuk menikmati pemeliharaan-Nya. Pemeliharaan Tuhan atas anak-anak-Nya tidak perlu diragukan sama sekali. Salah satu nama-Nya adalah YHWH Yir&#8217;eh, Tuhan Menyediakan (Kej 22:14). Ada hal yang jauh lebih penting dan lebih besar daripada itu, yaitu melakukan kehendak Bapa. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-586","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=586"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/586\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tumbuhbenar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}