Permohonan Doa

Matius 7:7-11 & Lukas 4:1-13

Pelajaran rohani yang kita pelajari selama ini di Gereja adalah pelajaran rohani yang konsisten, pelajaran rohani yang memimpin pada pertumbuhan iman yang makin lama makin memahami kehidupan ini, suatu konsistensi dari pada keteguhan dari kerohanian yang kita bangun. Jadi kita tidak perlu membangun dalam inkonsistensi yaitu ketidakpastian atau tidak solidnya pertumbuhan iman kita. Kalau kita bertumbuh seperti itu maka kita akan mudah digoncangkan oleh fenomena dunia. Ketika seseorang semakin berkurang kebutuhan-kebutuhan duniawinya, malah dibarengi oleh pimpinan Roh Tuhan yang semakin kuat menuju kepada hal-hal yang bersifat rohani, orang tersebut mengalami tanda-tanda pertumbuhan. Hal ini tidak mudah karena setiap kehidupan kita, keinginan untuk hal-hal duniawi itu sangat besar dan di dalam kehidupan pun kebutuhan-kebutuhan kita sangatlah banyak.

Tanda-tanda seseorang bertumbuh adalah makin mengarahkan diri pada hal-hal yang bersifat rohani, inilah yang disebut bertumbuh. Abraham Maslow mengatakan ada lima tahapan hidup manusia: Pertama, kebutuhan-kebutuhan yang paling mendasar yaitu; tempat perlindungan, makanan, air, udara, tidur dan seks. Ketika kebutuhan paling mendasar dari seseorang tidak diterimanya itu berarti dia hidup di bawah garis kemiskinan.

Kedua kebutuhan rasa aman yaitu: proteksi, keamanan, stabilitas dan hukum. Di dunia ini kalau tidak ada proteksi, kita tidak bisa hidup sebab di dunia ini kalau tidak ada polisi, militer kita tidak bisa hidup karena kalau tidak ada mereka kita menjadi takut dan cemas itu sebabnya kita membutuhkan proteksi agar kita bisa hidup.

Ketiga, yaitu kebutuhan untuk mencintai dan dicintai. Manusia pada dasarnya membutuhkan keluarga. Ini adalah kebutuhan yang paling hakiki yaitu kebutuhan yang harus dimiliki karena disitu ada relasi. Tetapi adakalanya kita lebih sayang binatang dari pada manusia, karena pembantu kita beri makan sayur yang basi sementara anjing peliharaan, kita beri makan hati ayam ataupun hati babi. Kehidupan seperti ini tidaklah benar. Sebagai manusia yang belajar firman ketika kita melihat keadaan seperti ini, kita tertegun karena bagaimanapun juga pembantu kita adalah ciptaan Tuhan yang serupa dan segambar dengan kita.

Keempat, suatu hasil atau pencapaian. Bukankah ini merupakan kebutuhan kita? Jadi presiden direktur, jadi sarjana, status kita lebih diakui, reputasi kita lebih baik. Jadi businessman yang sukses, jadi ibu rumah tangga yang anak-anaknya sukses, bukankah semua itu adalah kebutuhan kita?

Kelima aktualisasi diri. Aktualisasi diri itu seperti: Aku butuh uang akan tetapi uang bukan segala-galanya, aku butuh kehidupan seks tetapi kehidupan seks bukanlah segala-galanya, aku butuh status, butuh jabatan, butuh reputasi tetapi status, jabatan dan reputasi bukan segala-galanya. Itu artinya orang tersebut memasuki tahapan aktualisasi diri, butuh tetapi bukan segala-galanya.

Kebalikan dari semua ini adalah kejatuhan artinya ketika aku butuh uang, uang adalah segala-galanya maka aku menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Aku butuh seks dan seks adalah segala-galanya maka rusaklah semua kehidupannya karena ia melakukan segala cara untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Aku butuh status, aku ingin menjadi politikus terkenal karena politik baginya adalah segala-galanya maka ia memburu semua lawan-lawan politiknya. Ketika ia menjadikan semuanya segala-galanya, maka kehidupannya menjadi hancur. Keinginan dia itu menghancurkan hidupnya. Sebagai contoh: kejatuhan di bidang seks, ketika seorang tokoh jatuh di bidang seks, respon dari pengikutnya berbeda-beda dan tidak sama karena sesuai dengan konteksnya. Kejatuhan seks dalam dunia selebriti, itu berbeda. Kaiau ada aktor atau aktris jatuh dalam perselingkuhan, tambah mereka selingkuh, tambah mereka terkenal karena beritanya akan tersebar dan orang akan mencari beritanya. Namun dunia politikpun berbeda, jika seorang politikus jatuh dalam peselingkuhan responnya pun fifty-fifty. Sebagai contoh Mantan Presiden Bill Clinton, sebagian dari orang Amerika responnya tidak suka dan sebagian menyatakan tidak masalah karena itu urusan pribadinya dan yang terpenting adalah kontribusi yang besar untuk Negara.

Akan tetapi dalam dunia agama jangan main-main, agama apa saja, pemimpin agama apa saja yang kalau sudah jatuh di bidang perselingkuhan konsekuensinya besar. Dalam kasus Daud, Tuhan berkata bahwa kerajaannya akan terpecah menjadi dua, karena kalau sudah jatuh dalam perselingkuhan, hati nurani manusia tidak bisa menerima. Itu sebabnya dunia agama tidaklah sama oleh karena itu tidak gampang menjadi seorang pemimpin agama karena tuntutannya jauh lebih tinggi untuk hal yang demikian. Salomo, sewaktu ia jatuh dalam dosa seks, kehidupan rohaninya menjadi hancur sehingga dia menjadi penyembah berhala dan itu berawal dari selir-selirnya. Ketika Salomo menjadikan seks segala-galanya, maka dia jatuh.

Firman Tuhan berkata: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Dalam semua permintaan kita, bisa muncul beberapa prinsip yang penting: kalau kita minta roti, Tuhan beri roti ditambah susu dan madu dalam pengertian ketika kita minta anak satu, Tuhan berikan kita anak kembar, ketika kita minta usaha diberkati, namun Tuhan memberikan kita tiga pabrik. Akan tetapi kerohanian kita tidak boleh hanya sampai di situ karena ketika kerohanian kita hanya sampai di situ, kita menjadi orang Kristen yang hanya berada di situ saja sehingga kita tidak pernah akan menjelajah ke dalam suatu spiritualitas yang lebih tinggi lagi. Prinsip kedua, kita minta roti, Tuhan beri roti. Dalam arti apa yang kita minta, Tuhan berikan. Prinsip ketiga, kita minta roti Tuhan berikan gandum. Di sinilah letak pergumulan kita karena ada kalanya kita tidak mau menerima pemberian Tuhan dan yang kita mau Tuhan menuruti permintaan kita, karena belum tentu apa yang kita mau, itu yang Tuhan mau.

Waktu Paulus dan Silas sampai di suatu daerah, mereka mau menginjil di Asia tetapi Roh Tuhan tidak mengijinkan. Mereka sampai di Misia, dan mereka mau menginjil di Bitinia, di situ Roh Tuhan juga tidak mengijinkan karena lewat penglihatan Paulus, Tuhan menginginkan mereka pergi ke Makedonia. Dalam hal ini Tuhan beri mereka bukan roti tetapi gandum.

Itu sebabnya janganlah kita berpikir bahwa semua masalah kita harus selesai. Kadang-kadang masalah yang pertama membutuhkan beberapa tahun baru selesai, karena kalau kita mau terburu-buru selesai justru akan timbul masalah baru. Seringkali kita tidak mampu untuk menerima bagian-bagian hidup yang Tuhan mau dalam hidup kita. Yang Tuhan berikan roti ditambah susu dan madu, yang Tuhan beri roti saja dan yang Tuhan tidak beri roti tetapi gandum, semuanya itu perlu kita garis bawahi, semua itu adalah yang terbaik yang Tuhan beri, apapun itu. Dan Tuhan tidak pernah jahat tetapi persoalannya mampu tidak kita mengendalikan hati kita. Keinginan-keinginan dalam kebutuhan kita, di satu sisi dipakai oleh Tuhan untuk menguji kita, dalam proses ujian seperti itu supaya menjadikan kita naik kelas dalam hal iman. Tetapi di sisi lain segala keinginan menyangkut kebutuhan kita dipakai oleh Setan sebagai sarana untuk mencobai kita. Orang kalau tidak pintar mengerti hal ini dia akan jatuh, jadi satu keistimewaan kita adalah kemampuan menjaga hati dan mampu mengatasi dan membatasi keinginan hati. Karena barang siapa yang bisa menguasai hatinya, dia menguasai dunia karena kalau kita tidak bisa, kita akan hancur oleh karena keinginan kita. Oleh karena itu, hidup yang kita jalani ini ada porsinya yaitu kematangan, bagus dan aman dalam anugerah Tuhan, itulah kehidupan. Amin.

Sumber: Warta Jemaat Gereja Duta Injil 15 Desember 2019